Pages

Wednesday, April 24, 2013

Beri Secercah Harapan untuk Dwi






Panggil saja namanya dengan Dwi. Anak dengan nama lengkap Dwi Kurniawan ini berusia 5 tahun. Dia hidup bersama keluarganya di dusun Beran, desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman. Sejak lahir menderita penyakit radang paru-paru dan penyempitan pembuluh otak, sehingga sebagian tubuhnya kaku dan susah untuk digerakkan. Tidak mempunyai kekuatan di sebagian besar otot di lengan , tungkai dan tangannya. Dia tidak dapat duduk sendiri atau mengangkat tangan kemulutnya.
Orang tua Dwi Kurniawan sangat terbatas secara ekonomi. Bapaknya bernama Sugiarto bekerja sebagai buruh tani, dan ibunya bernama Nuryatin bekerja sebagai pembantu rumah tangga.  Karenanya, Dwi tidak pernah mendapat penanganan kesehatan dengan baik dan termasuk anak dengan gizi buruk (berat badannya selalu di bawah garis merah dlm KMS).
Awal kondisi ini diketahui bermula pada saat bu Nuryatin memeriksakan anaknya ke puskesmas dan dokter memberitahu mereka bahwa tak ada yang dapat dilakukan untuk Dwi. Namun demikian sepulang dari puskesmas, orang tua Dwi tetap merawatnya seperti bayi lainnya dengan penuh kasih sayang. Hari demi hari berjalan terus, orang tua Dwi menjadi terbiasa melakukan segala hal untuknya. Ketika dia tumbuh lebih besar di tiap tahunnya, orang-tuanya tetap menggendongnya, mengganti popoknya bila dia mengotorinya, dan menyuapkan makanan kemulutnya. Mereka memperlakukan Dwi seperti bayi meskipun dia sudah bukan bayi lagi sampai sekarang.


Ketika kami datang ke rumah Dwi. untuk melihat kondisi Dwi. Sungguh memprihatinkan, setiap hari tergolek di tikar lantai ruang tamu rumahnya. Sebenarnya Dwi membutuhkan fisiotheraphi yang ketat dan penanganan medis yang lebih canggih di rumah sakit yang besar. Tetapi karena transportasi yang mahal membuat orang-tua Dwi enggan untuk melakukan pengobatan di rumah sakit yang besar.
Dengan segala upaya, akhirnya kami berhasil membujuk orang tuanya untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke R.S. Sarjito untuk dilakukan pemeriksaan kesehatannya dan dilakukan terapi pada diri Dwi secara lebih memadai lagi. Esok kami akan mengantar Dwi dan Orang-tuanya untuk ke rumah sakit.
Secercah harapan dari kami dan terutama Orang-tua Dwi sehubungan dengan kondisi Dwi tersebut. Orang-tua Dwi memilki kekhawatiran jika nantinya mereka meninggal, siapa yang akan membantu Dwi untuk memenuhi kebutuhannya.?  Siapa yang akan merawatnya.?

Sehubungan dengan itu, Kami dari Komunitas Pakridhan Yogawidagdo atas nama Dwi dan Orang-tua Dwi memohon kepada para pembaca yang budiman, untuk dapat memberikan bantuan baik dana maupun alat bantu jalan sebuah kursi roda bagi Dwi, agar mobilitas Dwi lebih tinggi dan kelak dapat keluar-masuk rumah sendiri tanpa harus ada bantuan dari orang-lain.  
Pembaca dapat menghubungi kami di alamat:

Komunitas Pakridhan Yogawidagdo,
Dusun Serut, Desa Madurejo, Prambanan, Sleman.
CP Sdr. Eko Sukamto: 08562859872.

Atau melalui

SOS Children’s Village Yogyakarta
Jl. Timoho II No 107 B Yogyakarta 55165
Telp. 02749128239

Demikian secercah harapan dari Dwi dan Kedua orang-tuanya. Hanya perhatian kita yang akan menjadikan secercah harapan itu akan terwujud itu menjadi Nyata.


Pakridhan Yogawidagdo - Eko Sukamto - Sleman

No comments: